Kurikulum ( 1 item )
Menghargai Potensi Siswa
Kurikulum SMPIT Al-Husnayain dirancang berdasarkan Curiculum Based Competency yang telah dimodifikasi dengan jalan me-ramping-kan mata pelajaran atau materi-materi pelajaran tertentu yang dianggap berlebihan. Perampingan ini akan membuka ruang lebih besar bagi pembangkitan kreatifitas guru dan siswa. Sejalan dengan itu, sekolah berusaha meningkatkan kapasitas siswa untuk belajar aktif, cepat, tahan lama, nyaman dan efektif, baik di kelas ataupun di luar kelas, di sekolah maupun di luar sekolah.
Untuk menunjang kurikulum di atas, sekolah menggunakan metode student active learning, quantum teaching, quantum learning serta metode-metode terbaru yang sedang digunakan dalam dunia pendidikan. Yang kesemuanya dapat meningkatkan Intellegence Quotient (IQ),Emotional Quotien (EQ)t, Spiritual Quotient (SQ),dan Motivation Quotient(MQ).
Karena keberhasilan siswa di masa yang akan datang tidak hanya ditentukan oleh Intellegence Quotient yang tinggi atau super, tetapi dibutuhkan juga faktor yang lain, yaitu EQ, SQ dan MQ. Sekolah juga akan memberikan penekanan khusus pada pengajaran agama yang berorientasi pada kemurnian aqidah, ketinggian akhlaq dan kesempurnaan ibadah (salimul aqidah, matinul khuluq dan shohihul ibadah).
PROGRAM PEMBINAAN
Untuk pendidikan dan pengajaran agama tersebut kami menggunakan kegiatan:
| No. |
Deskripsi |
Target |
Pelaksanaan |
| 1 |
Tilawah dan Tahfidul Qur’an |
- Siswa mampu membaca Qur’an dengan tartil- Siswa mampu hafal minimal 2 Juz (Juz 29 dan 30) |
Setiap hari |
| 2 |
Shalat Dhuha |
Melatih siswa membiasakan shalat Dhuha |
Setiap hari |
| 3 |
Mentoring |
Memahami dan meng amalkan akhlaq dasar dan tsaqofah islamiyah |
Sepekan sekali |
| 4 |
Siroh |
Meneladani sejarah Nabi dan para sahabat |
Sepekan sekali |
| 5 |
I’tikaf / Mabit |
- Memantau bacaan dan hafalan siswa- Melatih siswa shalat tahajud |
Sebulan sekali |
| 6 |
Bimbingan Shalat |
- Memantau bacaan dan hafalan siswa- Melatih siswa shalat tahajud |
Setiap hari |
| 7 |
Ushbu’ Ruhy |
Menghidupkan shaum sunnah |
Disesuaikan kegiatan sekolah |
| 8 |
Kultum |
Melatih siswa untuk berceramah |
Setiap hari selesai shalat |
Sedangkan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi era globalisasi, era ilmu pengetahuan dan teknologi sekolah akan memperkenalkan kebudayaan bangsa-bangsa (khususnya dunia Islam). Untuk memenuhi hal tersebut di atas, sekolah mengadakan kegiatan/program sebagai berikut:
| No. |
Deskripsi |
Target |
Pelaksanaan |
| 1 |
English Morning |
- Siswa menguasai 2.000 kosa kata Inggris- Mampu berkomunikasi sederhana berbahasa Inggris- Mampu menulis teks berbahasa Inggris |
Sepekan dua kali |
| 2 |
Arabic Day |
- Siswa menguasai 750 kosa kata Arab- Mampu menulis dan membaca naskah berbahasa Arab |
Sepekan dua kali |
| 3 |
Komputer |
- Menguasai Windows, MS. Office- Mahir menggunakan internet- Mampu membuat bahan untuk persentasi |
Sesuai dengan jadual TIK |
| 4 |
Muhadharoh |
Melatih siswa berpidato dalam bahasa Inggris atau Arab |
Digabungkan dengan program i’tikaf |
| 5 |
Native Speaker |
Membiasakan siswa berani berbahasa Inggris atau Arab dengan orang asing |
Tiap semester sekali |
| 6 |
Kunjungan Edukatif |
Menanamkan kecintaan terhadap ilmu penge- tahuan dan teknologi, budaya serta tempat bersejarah |
Disesuaikan jadual sekolah |
| 7 |
Tamu profesional |
Siswa mendapatkan pengalaman langsung dari Nara Sumber |
Disesuaikan jadual sekolah |
Guna meningkatkan kesetiakawanan dengan sesama teman dan masyarakat sekitar, sekolah mengadakan kegiatan berupa:
| No. |
Deskripsi |
Target |
Pelaksanaan |
| 1 |
Super Camp |
Melatih siswa hidup mandiri dan bersa- habat dengan alam |
Disesuaikan jadual sekolah |
| 2 |
Life Skill |
Menerapkan keterampilan dasar hidup, bekal masa depan |
Setiap hari Sabtu |
| 3 |
Makan bersama |
Melatih siswa hidup itsar dengan teman |
Setiap hari |
| 4 |
Baksos dan Bazar Amal |
Menumbuhkan rasa empati siswa terha- dap sesama, terutama (korban bencana) |
Memanfaatkan moment tertentu |
PROSES BELAJAR MENGAJAR
Proses belajar mengajar yang dilakukan sebuah institusi pendidikan mempunyai 3 sasaran, yaitu :
1. Berpusat pada kegiatan pengajar
Pada pola ini pengajar mendemonstrasikan segala bentuk pengajaran dan materi kepada siswa, sehingga siswa mampu memahami materi dengan cepat. Disini guru mempunyai peranan yang sangat dominan dalam kegiatan belajara mengajar.
2. Berpusat pada bahan pengajaran
Dengan pola ini pengajar berusaha menjelaskan materi atau pokok bahasan dengan memanfaatkan media elektonika (Tape Recorder, OHP atau In-focus), sehingga siswa mempunyai nuansa yang lain dalam belajar.
3. Berpusat pada kegiatan anak didik
Sedangkan dalam pola ini siswa aktif mencoba dalam setiap pembelajaran, sehingga daya nalar siswa selain cepat juga mempunyai daya tahan yang lama. Sekolah akan memadukan ketiga jenis sasaran dalam proses belajar mengajar di atas.
Dengan memadukan ketiga sasaran di atas, akan memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
- Siswa didorong untuk menemukan sendiri dalam mencari ilmu, dengan demikian ilmu lebih mudah difahami, dihayati dan lebih lestari tertanam.
- Menghindari stress pada siswa, yang dampaknya siswa akan merasa tertekan dan menimbulkan kebosanan dalam belajar.
- Memberikan keleluasaan kepada guru untuk selalu berimprovisasi dan mengembangkan kreativitas dalam dunia pendidikan.
- Timbulnya kedekatan, keakraban dan kehangatan hubungan antara guru dengan siswa, karena dalam kegiatan belajar mengajar guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan serta dengan aktif.
Adapun proses belajar mengajar yang diterapkan adalah:
- Memberi peluang sebesar-besarnya bagi siswa untuk menemukan sendiri ilmu pengetahuan yang perlu diketahuinya. Kegiatan belajar mengajar berorientasi pada proses (active learning).
- Memberikan porsi yang cukup pada praktek(hands on learning) untuk memperkuat metode instruksional klasikal.
- Memanfaatkan lingkungan-hidup secara maksimal sebagai medium dalam belajar.
- Menekankan pada partisipasi dan prestasi dalam kegiatan intern dan ekstern sekolah.
- Membuat proses belajar mengajar, yang selama ini cenderung teacher oriented, menjadi student oriented. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang mengembangkan potensi dasar yang dimiliki siswa.
- Mengembangkan lingkungan belajar mengajar yang menyenangkan dan demokratis, yang dilandasi kecintaan timbal balik antar guru dan siswa.
- Meringkaskan, memadatkan, dan jika perlu menambahkan materi kurikulum, demi mendapatkan masa belajar mengajar yang lebih panjang , efesien dan efektif.
- Menekankan penguasaan materi bukan hanya secara kognitif saja, melainkan juga secaraafektif dan psikomotorik. Ini didapat lewat training-training, work-shop yang dilakukan sejak dini. Sehingga penilaian tidak semata-mata dilakukan melalui tes tertulis, melainkan dari penghayatan dan praktek.
PROGRAM BILINGUAL
Untuk mempersiapkan siswa dalam memenuhi era pergaulan global yang mengedepankan penggunaan bahasa internasional, sekolah menerapkan sistem pengajaran bilingual, penggunaan bahasa Inggris sebagai medium pengajaran di samping bahasa Arab dan bahasa Indonsesia.Adapun target dari program ini adalah :
- Untuk B. Inggris adalah 2.000 kosa kata.
- Untuk B. Arab adalah 750 kosa kata.
PEKERJAAN RUMAH
Pemberian pekerjaan rumah mempunyai tujuan untuk meningkatkan penguasaan materi dan keahlian baru, juga untuk memperkaya serta meningkatkan pemahaman terhadap materi yang sedang dipelajari serta meningkatkan kemampuan riset.Pekerjaan rumah dapat berupa worksheet, game, interview, maupun project tergantung tujuan dari pemberian PR itu sendiri.
Pihak sekolah sangat mengharapkan orang tua untuk mendukung serta memotivasi siswa dalam mengembangkan kebiasaan belajar di rumah dengan cara :
- Berbicara dengan siswa mengenai apa yang sedang dipelajari dan dikerjakan di sekolah.
- Menetapkan waktu tertentu untuk belajar dan atau mengerjakan pekerjaan rumah.
- Menyediakan tempat yang tenang untuk belajar.
- Menjawab pertanyaan yang belum dapat siswa pecahkan namun dia sudah berusaha untuk itu.
- Mengevaluasi pekerjaan yang sudah selesai.
- Memberi informasi kepada pihak sekolah terhadap perkembangan yang dialami siswa (baik perkembangan positif ataupun negatif).
- Menyediakan waktu untuk berdiskusi tentang kegiatan yang diikuti siswa di sekolah.
KEGIATAN SEKOLAH
v Setiap pagi siswa melakukan shalat Dhuha dilanjutkan tilawah Al-Qur’an di bawah bimbingan Wali Kelas atau guru mata pelajaran. Tilawah Al-Qur’an juga dilakukan ba’da Dzuhur dan Asyar.
v Untuk hari Senin dan Kamis kegiatan belajar mengajar dimulai dengan “English Morning”. Dan pada hari tersebut setiap warga SMPIT Al-Husnayain membiasakan percakapan berbahasa Inggris.
v Setiap hari Selasa dan Jum’at, pelajaran dimulai dengan “Arabic Day”.
v Setiap hari seluruh warga SMPIT diharuskan mengikuti shalat Dzuhur dan Asyar berjama’ah di masjid/mushalla terdekat dan makan siang bersama antar guru/pembimbing dengan siswa.
v Mentoring dilakukan pada hari Jum’at, dengan dibuat beberapa kelompok didampingi seorang pembimbing.
v Setiap hari Sabtu diadakan program ekstra kurikuler. Selain kegiatan di atas, sekolah akan menyelenggarakan program tambahan guna meningkatkan kualitas pemahaman siswa. Antara lain program:
- Mendatangkan tokoh yang dekat dengan anak-anak dan tokoh profesi. Misal : psikolog, seniman, artis, olahragawan, dokter, native speaker, wartawan, dll.
- Super camp, bakti sosial dan bazar amal.
- Karyawisata / kunjungan edukatif ke tempat yang sesuai dengan tema atau ke tokoh.
- Pemutaran film yang menunjang pendidikan.
- Mengadakan perlombaan antar siswa (internal atau eksternal), misal : lomba mata pelajaran, karya tulis, karya ilmiah, kreativitas, olahraga, dll.
- Mengadakan pameran hasil karya siswa, misal : science fair, book fair, education fair, dll.
- Pelatihan / workshop, misal : jurnalistik, entrepreneurship.
EVALUASI
Guru melakukan evaluasi (lisan, tulisan, ataupun perbuatan) setiap waktu. Hal ini dilakukan agar guru dapat memperoleh informasi selengkap mungkin tentang kemampuan siswa (kademis maupun non akademis), sehingga dapat disesuaikan dengan materi dan memudahkan dalam pembuatan rencana pengajaran. Sekolah akan mengurangi semaksimal mungkin penggunaan evaluasi dalam bentuk multiple choice, sebagai pengganti sekolah akan menggunakan bentuk uraian atau essai yang dapat merangsang daya berfikir siswa secara kritis, analisis dan sintesis serta konstruktif.
Evaluasi proses (pada saat proses belajar mengajar atau di luar jam mengajar) akan sering dilakukan guna mendapatkan hasil yang valid antara data yang diterima dengan fakta di lapangan.
RAPOR
Laporan hasil belajar siswa diberikan setiap satu semester. Selain mendapat rapor yang berasal dari Departemen Pendidikan Nasional yang berisi nilai akademis, sekolah memiliki rapor khusus yang menjelasan secara detail perkembangan siswa, baik akademis ataupun non akademis. Rapor khusus inilah yang akan banyak bermanfaat bagi sekolah dan orang tua tentang perkembangan siswa.Setiap tengah semester akan dibagikan rapor bayangan, sebagai informasi awal bagi orang tua mengenai perkembangan prestasi siswa baik akademis ataupun non akademis. Dan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berkonsultasi dengan pihak sekolah untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang siswa hadapi. Sekolah tidak menganut sistem ranking, karena kami percaya setiap anak memiliki potensi dan bakat masing-masing.
PENGHARGAAN (REWARD)
Untuk memacu semangat dan kemajuan prestasi siswa, sekolah akan memberikan piagam penghargaan “The Best Student of The Month”kepada siswa yang mempunyai keunggulan dalam sikap dan perilaku serta prestasi mereka sehari-hari.
Penghargaan yang diberikan diberikan berupa piagam yang menarik bagi para siswa. Dengan penghargaan tersebut diharapkan siswa akan termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi. ***